Sobat ku yang kucinta,
Maafkan
aku bila tak menyebutmu ‘yang tercinta’. Sesungguhnya rasa cintaku hanya
kupersembahkan pada Allah dan Rasulnya, yang telah membimbing hidupku dari
gelap menuju cahaya. Pada Rabb yang senantiasa memberikan kita nikmat tanpa
menghiraukan selangit dosa dan telah memberiku sobat, seperti dirimu.
Kawan,
sungguh aku merindukan mu
Merindukan,
kenangan kita bersama
Merindukan
semua hal yang ada pada dirimu
Sampai
saat ini aku tak pernah menganggap kamu telah benar-benar pergi
Secepat
ini …
Sulit
untuk melupakan segala yang ada,
Melupakan
tawa, tangis, suka, duka yang kita rasakan bersama
Dulu, ya
memang dulu
Sekarang
disini,
Aku yang
mematuki diri,
Mengapa?,
Sungguh kepergianmu,
membuat kita terpukul
Kadang
aku tak merelakan kamu untuk pergi sobat,
Tapi,
inilah jalan terbaik, Allah lebih menyayangimu.
Allah,
Sahabatku ‘Siti Lutfiah’
sungguh
aku juga sangat menyayangimu,
berat
sungguh melepas pergi bayangan yang selalu hadir, disaat ku sendiri
sesak,
sangaat! Ketika microfon menyebut Innalillahi wa Inna Ilahi Rooji’un
aku tak
pernah berfikir dan tak pernah menyangka bahwa yang disebut adalah namamu,
tak
pernah kubayangkan sekali, terakhir aku menelfon mu
suaramu,
masih terdegar jelas ditelingaku ..
“semangat
kawan, aku disini menunggumu
jangan
pernah menyerah dengan keadaaan, jangan kalah, aku yakin kamu kuat!
Kuat
yaaa”, sesaat ku mendengar kamu terisak. Tak kuat rasanya saat itu ku menangis,
entah menangisi apa,
Rasa
kangen, becampur haru menyeruak memenuhi hati
Ku ingat
kau mengatakan kata ‘maafin ana ya’ Ya Rabb sungguh dadaku seketika sesak
takuasa rasanya berlama-lama dengan handphone yang kupegang saat itu.
Ku
serahkan pada temanku yang lain, dan dia mengatakan hal yang sama kata ‘maaf’
yang berujar dari bibirnya.
Dan
selalu mengatakan hal itu,
Indah
sekali, perpisahan yang indah, sungguh indah karna kata maaf itu lebih indah
dari pada bulan yang ada dilangit, lebih indah dari cahaya bintang Sirius, dan
lebih indah dari segalanya yang ada di dunia ini.
Detik ini,
aku masih membayangkan bahwa kau, masih bediri tegak disampingku.
Ya,
disampingku.
Saat ini
:’)
Sahabatku,
semoga kita dipertemukan kembali, di Surga-Nya.
See u on next article..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar