Jumat, 19 Agustus 2016

Story Of My Life

Sobat ku yang kucinta,

Maafkan aku bila tak menyebutmu ‘yang tercinta’. Sesungguhnya rasa cintaku hanya kupersembahkan pada Allah dan Rasulnya, yang telah membimbing hidupku dari gelap menuju cahaya. Pada Rabb yang senantiasa memberikan kita nikmat tanpa menghiraukan selangit dosa dan telah memberiku sobat, seperti dirimu.
Kawan, sungguh aku merindukan mu
Merindukan, kenangan kita bersama
Merindukan semua hal yang ada pada dirimu
Sampai saat ini aku tak pernah menganggap kamu telah benar-benar pergi
Secepat ini …
Sulit untuk melupakan segala yang ada,
Melupakan tawa, tangis, suka, duka yang kita rasakan bersama
Dulu, ya memang dulu
Sekarang disini,
Aku yang mematuki diri,
Mengapa?,
Sungguh kepergianmu, membuat kita terpukul
Kadang aku tak merelakan kamu untuk pergi sobat,
Tapi, inilah jalan terbaik, Allah lebih menyayangimu.
Allah, Sahabatku ‘Siti Lutfiah’
sungguh aku juga sangat menyayangimu,
berat sungguh melepas pergi bayangan yang selalu hadir, disaat ku sendiri
sesak, sangaat! Ketika microfon menyebut Innalillahi wa Inna Ilahi Rooji’un
aku tak pernah berfikir dan tak pernah menyangka bahwa yang disebut adalah namamu,
tak pernah kubayangkan sekali, terakhir aku menelfon mu
suaramu, masih terdegar jelas ditelingaku ..
“semangat kawan, aku disini menunggumu
jangan pernah menyerah dengan keadaaan, jangan kalah, aku yakin kamu kuat!
Kuat yaaa”, sesaat ku mendengar kamu terisak. Tak kuat rasanya saat itu ku menangis, entah menangisi apa,
Rasa kangen, becampur haru menyeruak memenuhi hati
Ku ingat kau mengatakan kata ‘maafin ana ya’ Ya Rabb sungguh dadaku seketika sesak takuasa rasanya berlama-lama dengan handphone yang kupegang saat itu.
Ku serahkan pada temanku yang lain, dan dia mengatakan hal yang sama kata ‘maaf’ yang berujar dari bibirnya.
Dan selalu mengatakan hal itu,
Indah sekali, perpisahan yang indah, sungguh indah karna kata maaf itu lebih indah dari pada bulan yang ada dilangit, lebih indah dari cahaya bintang Sirius, dan lebih indah dari segalanya yang ada di dunia ini.
Detik ini, aku masih membayangkan bahwa kau, masih bediri tegak disampingku.
Ya, disampingku.
Saat ini :’)
Sahabatku, semoga kita dipertemukan kembali, di Surga-Nya.

See u on next article..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar